Indonesia Merah

Lyrics: Gus Fathir Music: Gus Fathir Pembuka Luka Kamera nyala, lo pasang muka penuh wibawa, Di balik layar, lo suap tangan baja, Rakyat lo anggap angka, cuma pion di peta, Tapi lo lupa, pion bisa merobohkan raja!
Janji Busuk Janji ditanam, tapi yang tumbuh sebuah ilusi, Manis di bibir, pahitnya menjalar ke bumi, Kau rusak bumi dengan dalih ku membangun negeri, Lalu kau kibarkan bendera mati demokrasi.
Datang bawa senyum, peduli kanan kiri, Hari ini pelipur, besok jadi algojo keji, Umumkan masa depan, semua aman terkendali, Di belakang kalian bagi-bagi hasil uang kiri.
Rakyat Tertindas Lo teriak adil, tapi timbangannya miring kanan, Yang kecil dihukum, yang besar tinggal senyuman, Hukum lo lentur buat mereka yang berjabatan, Mereka pesta mewah, kita dihajar tagihan!
Kedok Busuk Kulihat satu ibu, ia berjalan sambil menangis, "Tolong anakku, sekarang butuh ganja medis." Nasib tragis dialami, karena kalian tak mau gubris, Namun sang buah hati telah pergi, rest in peace, sis.
Kalian bajingan, otakmu materialistis, Mereka ingin ramuan yang sudah dilegalisis, Kalian bekerja cuma duduk baris-berbaris, Ku hidup di negeri teroris berkedok nasionalis.
RUU TNI RUU digeser, loreng bebaskan cari cuan, Dulu bela bangsa, sekarang dagang di jalanan Pangkat jadi modal buat atur perputaran, Jual amanat, setor upeti ke atasan.
Jabatan naik,rakyat jadi tumbang pasang badan Hukum di tekuk demi sebuah kekuasaan
Garuda Sekarat Garuda ku sekarat, dihisap lintah darat, Tulangnya digadai, dan dijual ke pasar gelap, Rakyat disuruh patuh, dipalak tanpa syarat, Nanti kau kualat, kau nenteng-nenteng bawa mudharat!
Api Perlawanan besi kau tekan, dibalas panasnya bara, suara kau bisu, maka rakyat yang bicara, Jika tanah kau gadai, darah kan bersuara, kami bukan boneka saatnya gulingkan raja!
Ekonomi Bobrok Pemasukan tak sebanding dengan pengeluaran, Emas berlimpah tapi hidup kekurangan, Macam bocah tanggung memegang keuangan Copot dasimu sekarang, kusedang terang-terangan!
Banyak anak mati mereka di senjata api satu persatu mati kalian tak peduli ingat hidup bukan tentang kuasa ambisi sekian terimakasih saya pamit undur diri