Lyrics: Dismas Taum
Music: Dismas Taum
Begitu angkuhnya dunia.
Yg kini enggan lagi ajakku tertawa ria.
Dimana kau sembunyikan jawaban yg kucari.
Lelah kuberlari, tenggelam bersama mentari.
Sunyi dalam raga, riuh dalam pikiran.
Terisolasi dalam hening tanpa bisikan.
Akankah jika nanti kukembali masih ada kesempatan?
Untukku lunasi setiap waktu yg terlewatkan.
Terlintas banyak kata yg tak terucap.
Jatuh menetes seiring peluh yg tak terusap.
Berkawan dengan mimpi tersesat mencari makna.
Hati kecil merintih Tuhan, ku takut sirna.
Jalan seakan buntu.
Arah mata anginpun bergerak tak menentu.
Terdiam terpaku, dihantui waktu.
Percuma mengetuk terkunci sudah semua pintu.
Reff:
Terkurung ku dalam rasa takut dilema ragu.
Lembayung ku jumpai tak lagi seindah dulu.
Jingga kini kelabu, awanpun abu-abu.
Berharap mampu bertahan ditempat ku berteduh.
Kosong mata menatap hampa dibayang-bayang.
Berat untuk melangkah seakan asa ini hilang.
Jauh didalam gelisah kucoba tuangkan.
Bahasa untuk lepas resah disudut ruangan.
Tak lagi kuasa kumenahan tangis.
Tak lagi kuasa batinku terus menepis.
Degub jantung yg berdetak terdengar begitu jelas.
Deru angin pun mengusik lelap yg tak pernah pulas.
Tergambar diangan mulut fasih bicara.
Namun tak ada bunyi hanya gambaran lara.
Perlahan samar samar sepi mulai membunuh.
Rasuki alam sadarku pun terhanyut dalam jenuh.
Jalan seakan buntu.
Arah mata anginpun bergerak tak menentu.
Terdiam terpaku, dihantui waktu.
Percuma mengetuk terkunci sudah semua pintu.
Reff:
Terkurung ku dalam rasa takut dilema ragu.
Lembayung ku jumpai tak lagi seindah dulu.
Jingga kini kelabu, awanpun abu-abu.
Berharap mampu bertahan ditempat ku berteduh.