Lyrics: Mior Luqman Hakim
Music: Muhammad Najmi/Mohamad Fairuz Hussaini Bin Kamarudin
Suarasa nostalgia angin lalu,
Degup jantung berdebar rentak tempo sendu,
Apakah bahgia, memori yang terpilu?
Senyum resah menanti tibanya waktu, Yang teratas dengarkan doa sang perindu, Harapan balas yang bukan pernah milikku.
Maha karya,
Melankolia yang terindah,
Mungkin hanya yang kucari selama ini bukan disini
Situasi masa depan tak serasi,
Ruang hati yang sering dimungkiri janji, Apakah jalan ini harus ku tempuhi?
Gerak-geri selamanya diperhati, Seringkali nawaitu-ku di salah erti, Antara dunia dan akhirat yang pasti.
Maha karya,
Melankolia yang terindah,
Mungkin hanya yang kucari selama ini selalu disisi
Makna cinta,
Melankolia yang terasa,
Mungkin juga yang kucari selama ini hanya semata, Nostalgia.
Dah jenuh terduduk di sudut, yea.
Tertanya, mana tenang yang sering disebut? Apa mampu, Aku terus?
Kepala penuh, banyak nak ditebus. Senyuman yang terhapus,
Melankolia, ku terjerlus
Nota tiada noktah terus menari, Mungkin melodi ini, ada jawapan ku cari, Walau kurang pasti,
Bila mendung berlalu pergi,
Pasti munculnya mentari.
Maha karya,
Melankolia yang terindah,
Mungkin hanya yang kucari selama ini selalu disisi
Makna cinta,
Melankolia yang terasa,
Mungkin juga yang kucari selama ini hanya semata, Nostalgia.