Benang Putus

Music: Dikara B Lyrics: Dikara B/AJR suasana hati yang berbintang gejolak yang menikam duka tak terbendung saat capai titik karam berputarnya prasaan dari suka jadi duka tak ku hapus knangan suka walau menggenangnya luka
tak sempat tuk berpikir bahagia kian terlupa syarat kian membentuk hubungan yang penuh sumpah apakah ini takdir kita sekedar mampir ataukah jalan lain yang haruskan kita lapir
semua tlah habis suda waktu tak sama seperti jumpa kau yang tertawa tak aku lupa wala selaras tak sperti dupa sangkal tuk apa jika di tanya jawab ku sungguh pernah bahagia andai pun waktu bisa ku ubah sungguh tak mungkin biarkan pisah
walau skarang ego yang menangkan tiap hati haruskn panggil sayang meski rasa pun tak pasti
dan jika nanti kelak waktu pertemukan lagi tak bisa tipu hati tuk pulang padamu lagi
ku bertanya pada waktu pantaskah sesali lukis banyak warna hanya satu yang ku gali tuliskan banyak crita lembaran tahun kita
katakan kau senang walau putusnya benang tak perlu kau kekang usap lah yang tergenang
pernah seirama walau skarang tlah berbeda ini yang terakhir semoga pisah jadi jalan yang terindah
masa lalu ku kenang walau balik ku pegang diam tenang walau hati tak senang tak ingin orang tau di saat ku tak menang namun tak ingin jauh di saatku di serang serba salah apakah memang salah kau anugrah atau hanya bencana banyak rencana kita bukan bercanda banyak wacana mungkinkah itu cara terbalik cara di balik kabar rindu terbalik juga saat ada yang bertamu kau tau aku tau saat jau kau sembunyi jangan kau balik menguji sabar ku sudah teruji saat banting tulang kau tak pulang kringatku basah di baju tahan lapar harus mampu untuk terus saling maju namun percuma putus benang tak berguna jika di sambung tidak lagi dia sempurna
ku bertanya pada waktu pantaskah sesali lukis banyak warna hanya satu yang ku gali tuliskan banyak crita lembaran tahun kita
katakan kau senang walau putusnya benang tak perlu kau kekang usap lah yang tergenang
pernah seirama walau skarang tlah berbeda ini yang terakhir semoga pisah jadi jalan yang terindah
ku bertanya pada waktu pantaskah sesali lukis banyak warna hanya satu yang ku gali tuliskan banyak crita lembaran tahun kita
katakan kau senang walau putusnya benang tak perlu kau kekang usap lah yang genang
pernah seirama walau skarang tlah berbeda ini yang terakhir semoga pisah jadi jalan yang terindah