Lyrics: Abel Okta Daiva
Music: Abel Okta Daiva
Angin mulai berhembus membawa kedamayan
Memperlengkap indra lihat warna akan ingatan
Meratap kehancuran akan harapan
Terkurung terkunci memori akan kenangan
Ramalan berkuasa terhadap keyakinan
Amalan tak henti agar sesuai kenyataan
Tangisan bersahabat jika tak tepat sasaran
sakit tak terasa macam konsum obat obatan
Laju kendaraan membangkitkan kerja otak
Celotehan terdengar walau raga tidak tampak
Kusudah mulai jalan walau masih hitungan tapak
Kau pasti masih disini andai dulu tak berontak
Terikat spesifikasi dalam memilih
Tak mudah memulai rasa walau tlah trasa kasih
Sebab kuaki diri ini masih sangat pamrih
Akan balsan hina atas apa yang ku beri.
Terjebak di dalam memori
Rasa tak ingin akhiri
Kenangan yang datang menghantui
Terangi gelapnya malam ini
Rasa diri berdosa atau kau memang setannya
Otak bertikai dengan hati pendapat berbeda
Atau mungkin frasa hati lupa cara benci
gambaran masalalu semakin ku nikmati
Sesalan harusnya kini aku rasakan
Kenangan bahagia malah skrng berpancaran
Akal dan ego ku kini mulai tak sejalan
Ku harap malam ini ada pertemuan
Dan mereka tertawa berharap aku lupa
Hapus semua memori masa lama
Mari menghapus luka dengan bahas cita cita
Atau dengan sebatang kita berbagi bersama
Dan ketika gravitasi sudah tak berfungsi
Ku temukan diri mu didalam imajinasi
Menanti kan hadir ku di dalam sanubari
Saling bercerita apa yang tlah kita lalui
Dan aku terkunci di dalam memori
Hal aku benci ku tak bisa lari
Andaikan malam ini
Kuharus bermimpi
ku terbang tinggi menikmati imajinasi