Lyrics: Muhammad Luthfi Adianto Music: Muhammad Luthfi Adianto Laju mesin, paru-paru besi, napas yang semakin berkarat Masih ragu-ragu benci, abu-abu pasti, menghakimi setiap penjahat Aku menyapu bersih, ku menabur benih, ku mengadu perih bersyarat Laku anggun peti, tahu-tahu mati, tak izinkan menyentuh lahat
Menjadi legenda adalah agenda, karena merdeka tak hindarkan sengketa Bermain dewa, pengabul doa letal, merajai pesta, merampas plasenta Atur fokus kamera, hindari kursi listrik Sulap data mistik tuk lenyapkan pekak kritik Berisik, gaduh-gaduh kriptik Kutanya mana lebih keji? Sadistik atau statistik?
Aah Aah Aah Aah Tak bisa pulang: diusir/dibuang Aah Aah Aah Aah Tak bisa pulang, tak bisa, tak bisa pulang
Menghamba pada rakus, menghamba pada takut Mendamba pemberangus, influenser, dan penghasut Carut-marut: main api dengan maut Dislokasi informasi: terjun bebas nir-parasut
Ibunya menangis, memohon belas kasihan Mengingat perginya anak wanita tanpa pamitan Barisan terdepan: tak bisa putar balik dan Sampai ia dibaringkan pun diminta diasingkan
Penjahat! Penjahat! Penjahat! Penjahat!
Ia di sana saat kau di ambang sekarat! Sekarang kau jadi bangsat saat nisannya dipahat? Penjahat! Penjahat! Penjahat! Penjahat! Penjahat! Penjahat!
Aah Aah Aah Aah Tak bisa pulang: diusir/dibuang Aah Aah Aah Aah Tak bisa pulang, tak bisa, tak bisa pulang