Lyrics: Ery Lutfi Syafnudin Music: Ery Lutfi Syafnudin Seringkali kita bertemu persimpangan dalam hidup kita Memilih jalan sendiri yang didasari ego dan logika Saat itu pula kita bertemu dengan jalan buntu Kita berpikir keras bagaimana caranya untuk tetap melaju di jalan itu Disanalah kita terdiam sejenak Kala ku berproses, kala ku diserang tes Banyak ku temui stress dan aku depressed Kala kini aku tak temukan akses Aku protes, cukup sakit ku tergores Kujalani semua dengan sederhana Namun tetap saja ku temui banyak perantara Dengar ini bukan hanya tentang kita Ini tentang waktu-waktu yang tersita Pengalaman memang punya banyak makna Namun sejenak biarkan ku berjeda dari asa Biar ku beristirahat, dan ku mungkin kan berangkat Kembali bila memang waktuku masih sempat Ku takkan pergi dari perjuangan Namun kini ku tengah kelelahan Semua jejak letih bukan pembuangan Namun apa semua itu kan indah tuk ku rasakan Asa telah hilang kini aku pudar Semua harapanku kini mulai buyar Akan ada apa di depan sana Ingin ku diam sejenak namun waktu kan berputar Sabar, tegar, sudah aku tebar Namun masa depan belum juga beri kabar Aku lapar akan rahasia Ada apa di balik juangku yang tak sebentar Masih terus ku bergelut dengan waktu Jalani kisah ini mencoba terlihat mampu Terasa gerah dan ku mulai gelisah Ketika bayangkan ke depan buatku resah Dalam diam ku bangun cita-cita Dibalik lagu indah tak sesuai realita Ku muak dengan segala problema Raut ceriaku seperti tanpa makna Berusaha tak menyerah selalu aku coba Kucoba jalani kuikuti putaran roda Namun semua terasa sia-sia Jengah, ku bosan bila terus berpura-pura Ku lelah, tak terarah Tegang akan masa depanku bila tak kunjung cerah Ku pecah, ku terbelah Namun aku selalu dipaksa untuk tak menyerah Asa telah hilang kini aku pudar Semua harapanku kini mulai buyar Akan ada apa di depan sana Ingin ku diam sejenak namun waktu kan berputar Sabar, tegar, sudah aku tebar Namun masa depan belum juga beri kabar Aku lapar akan rahasia Ada apa di balik juangku yang tak sebentar Sejenak ku melemah tuk melupakan Beribu gundah ku yang menghantui dalam pikiran Bukan ku hilang namun ku punya waktu senja Tuk menghela napasku, ku menghela sejenak Ah, asa kini tak lagi cerah Ah, ego dan sugesti buat aku resah Ah, kegagalan selalu aku perah Pengorbananku kini tak lagi memerah Semangatku kini sedang letih Tekadku sekarat sukar untuk pulih Haruskah ku kibarkan bendera putih Saat logika suruhku tuk bertahan dalam perih Tertanam kesedihan dibalik senyuman Harapan menggunung kian menjadi kepulan Kini telah pudar oleh beribu keluhan Santai sejenak tuk tak rindukan masa depan Sudah tak kunikmati pahitnya kopi Cukup mual aku diserang ironi Ku terpuruk dalam ruangan imaji Tutup telingan tuk nada sedih di setiap simfoni Asa telah hilang kini aku pudar Semua harapanku kini mulai buyar Akan ada apa di depan sana Ingin ku diam sejenak namun waktu kan berputar Sabar, tegar, sudah aku tebar Namun masa depan belum juga beri kabar Aku lapar akan rahasia Ada apa di balik juangku yang tak sebentar Sejenak ku melemah tuk melupakan Beribu gundah ku yang menghantui dalam pikiran Bukan ku hilang namun ku punya waktu senja Tuk menghela napasku, ku menghela sejenak Ku menghela sejenak Ku menghela sejenak Bukan ku hilang namun ku punya waktu senja Tuk menghela napasku, ku menghela sejenak