Practise

Lyrics: RB Anarchy Music: Perezuamirael Chorus:
Barbar, tanpa sadar Ku membakar Kata-kata, hingga akar Ku tenggelamkan, bagai jangkar Kau memudar Kata-kata ku, bagai guntur menggelegar
Barbar, tanpa sadar Ku membakar Kata-kata, hingga akar Ku tenggelamkan, bagai jangkar Kau memudar Kata-kata ku, bagai guntur menggelegar
Verse:
Coba bercermin dalam air keruh yang dulu jernih Jika kau tanam keburukan dalam benih Ujar kebencian yang kau sebut karya dan seni Jika itu yang kau mau, maka akan ku beri
Terlalu banyak menilai meski bukan juri Tak perlu cepat tempoku takan lari Kau takan menang karna ini bukan judi Tak beruntung dan kalah maka akan mati
Kau butuh edukasi Biar edikasih Untuk kau belajar Tak perlu sombong, kita semua sejajar Saat terlalu angkuh dan kurang ajar Cepat balik karna kau bukanlah raja
Coba mulai bercermin, dengar yang ku ujar Tak perlu tinggi kita dan terlalu rendah kita semua sejajar Sombongmu terlalu akut Tak cukup buatku takut Dengan rima T ku sikut Kurang modal wawasan kau bangkrut
Mengkerut, penis mu terlalu lama berendam Akhirnya ku katakan ini karena terlalu lama terpendam Hatimu busuk terlalu lama menyimpan dendam
Bertingkah seakan nomor satu Egois terlalu keras meski bukan batu Terlalu gila hormat seakan raja dan ratu Cepat bangun dari mimpi, cuci muka lalu basuh
Apa yang kau bilang, ku percaya terlalu tua, lestarikan atau punah Kurangi ego mu tak usah bergaya dan mereka muak, kau menelan ludah
Selalu ingin di denger, lupa jadi pendengar Dalam cerita kau selalu menang bagaikan pendekar Meski banyak baca, tapi minimal Ilmu Atau mungkin terlalu lama bertapa dalam rahim ibu
Tingkah terlalu liar, bagaikan primata Dan aksi basi mu hanya membuat peri mata
Terlalu banyak bragging, tapi lupa tuk berkaca Banyak lirik yang berbaring, jelas lirik tak bernyawa Yang baru di kucilkan, karna berasa paling jago Namun ku siap ukir namamu, "this is Anarchy hallo"
Beat hanya berbunyi, aku yang buat bernyawa Ini kan terdengar sunyi, jika flow ku tak ada Beat hanya pelengkap, aku yang membuat hidup Persetan yang kau anggap, jikalau aku akan redup
Aku akan terus bernyanyi, flow ku akan terus berjalan Terlalu banyak asumsi, namun tak berikan pelajaran Ombak cacian kan ku sebrangi, meski bukan pelayaran Gangster rumahan bersembunyi, dan tak berani keluyuran
Hidup dalam kekangan, terkurung dalam aturan Terkurung dalam kenangan, karena takut dengan benturan Ku hujanin dengan fast flow, lalu banyak berteduh Aku bosan dengan yang slow, dan mendengarkan yang sendu
Chorus:
Barbar, tanpa sadar Ku membakar Kata-kata, hingga akar Ku tenggelamkan, bagai jangkar Kau memudar Kata-kata ku, bagai guntur menggelegar
Barbar, tanpa sadar Ku membakar Kata-kata, hingga akar Ku tenggelamkan, bagai jangkar Kau memudar Kata-kata ku, bagai guntur menggelegar
Verse:
Proses ku tak instan, bukan langsung seduh Dan mereka yang lebih dulu dan mengaku sepuh Selalu ku beri hormat Karna ku sadar baru Tapi jangan usik karena ku siap beradu dalam lagu
Lirik lau enteng, berasa di lempar kertas Punchline masih lembek, tapi gaya nya sok keras Tempo buta tapi berani menghina Belajar lagi sana lirik gak ada yang berasa
Coba tolong ini lirik itu di pahami Baru terjun ngerap, lau berani tebarkan benci Disstrack macam sampah, lembek gak berasa Sumpah flow lu jelek, itu disstrack Ah lau bercanda
Sekarang Anarchy sudah kembali lagi Dengan sentilan lirik biar lau semua pada ngerti Gua tampung lau semua punya disstrack sini Satu family pun Anarchy gak akan lari
Jelas masih belajar, berasa paling benar Paling jago komentar, bacot macam pakar Lirik masih lemah, tempo masih salah Disstrack lau gak lulus remedial lagi sana
Banyak manusia, cari cela dengan berdrama Mini nya karya, hingga gunakan cara yang hina Cari nama dengan karya memang gak mudah Akhirnya lau semua buat konten sampah
Aku terus melaju, tanpa pernah kuragu Skill ku real, sudah jelas bukan palsu Jangan coba tantang, dengan skill kentang Satu rima ku pukul lawan hingga terlentang
Kalo tak percaya, coba saja lawan Satu lawan satu? Jelas terkalahkan Mari maju sini, kalo kau berani Kalo tak berani, ngadu sama mami
Flow ku semakin nikmat Tertata makin cepat Dope, membius. Yummy terasa lezat
Ini peringatan, lebih baik kau pulang lidah lebih tajam, lebih dari parang.
Lirik ku membunuh, tak perlu pakai senjata Ku tembak kepala mu, pergilah ke neraka Coba balas lirik ku, jika memang kau bisa Ku serang balik, kau tak bisa berkata-kata
Takan kubiarkan kesalahan dibenarkan Kesombongan diagungkan dijadikan semboyan Kebudayaan kesenian dilupakan
Chorus:
Barbar, tanpa sadar Ku membakar Kata-kata, hingga akar Ku tenggelamkan, bagai jangkar Kau memudar Kata-kata ku, bagai guntur menggelegar