Simetri

Lyrics: Muhammad Redha Bin Rahimad Music: Muhammad Ammar Farhan Shahrol Malu bertanya Sesat jalan Salah bicara Diri termakan Indah di mata
Elok badan Rupanya kaca Ku sangka intan Malu bertanya Sesat jalan Salah bicara Diri termakan Indah di mata Elok badan Rupanya kaca Ku sangka intan Berceloreh mata berbahang yang sedang perhati Sewaktu sore yang terlarang di bumi Betawi Salam suaka dalam puisi ku suara lagi Kalini tentang mulut puaka yang sering berbunyi Dia berceritakan cerita yang tak seberapa pasti Tapi masih disebar tanpa fikir akal budi Masih lagak berkasih, di rimba suara sunyi Pandai tupai melompat, tupai yang ini mati Dipetaruhkannya taruhan yang korbankan harga Tak di endahkan maruah sang pemegang nyawa Yang dulu lagaknya seakan si berhati murni Rupa-rupanya ikan yu berekorkan pari Malu bertanya Sesat jalan Salah bicara
Diri termakan Indah di mata Elok badan Rupanya kaca Ku sangka intan Beralih kisah Bermadahkan tentang pandangan Tanggapan manusia fasik yang cari kesilapan Tidak tertulis tentang akhlak dari pemakaian Jadi perlukah kau menilai hanya sekadar luaran? Belum tentu yang bertutup itu hatinya safa Apa yang terbuka semua itu ahli neraka? Benteng terbina dari amal dan perwatakkannya Jadikan palingan biar tak jatuh ke lembah fana Yang Maha Menilai tahu segala isi buana Jadi tak perlu berperwatakkan maksum sempurna Walau berjuta, berupa, semua sementara Dan hakikatnya, disana, kita semua sama Hakikatnya, kita semua sama Malu bertanya Sesat jalan Salah bicara Diri termakan Indah di mata Elok badan Rupanya kaca Ku sangka intan
Elok badan Ku sangka intan