Lyrics: Fariz Heryana
Music: Elang Mulya Utama
Lalu aku ubah sunyi, kala bintang gemerlap
kala syair yang merintih akhirnya tiada yang bunyi
Kala barisan simfoni, atas hamparan bumi
melupakan unsur fungsi demi sederetnya puji
Aku masih menari, dibawah cinta rumi
Dibawah matahari, hangat ia berseri tapi Atas semua doa yang slalu aku panjatkan
Rapalkan, ku yang bodoh ni masih tak pantas kan?
I got to live with it, God i can handle it I have to push it with ma foolish, Imma killin it Semua bilang padaku apa yang mustahil?
Macam aku sentuh bumi, harapkan karya abadi nahh
I do my math, fo ma live, tapi tetap raw
Tengok kanan before left, god keep it low
Aku pose c walk depan catwalk
Move it like it zero tanpa tau arti esok
Refleksi diri hati yin yang macam panda
Besar nanti gelap terang Allah kasih tanda, Aku buang fake, ceklis satu nama nama kita fly satu malam Goin high sama sama
Dan proses, yang habis demi serangkaian prosa
Aku melawan waktu yang habis Ribuan dosa
Ku bosan pola yang berulang putuskan asa
Kau tak sebanding untuk ku harap hidup sentosa
I wasted so many times, i crossed so many lines
I tossed so many dimes, hurt and broke so many kinds Ku angkat dagu depan pandir Yang tak tahu malu Easy kid, kalo pun mati siapa mau?
Ku survive masalah, terbentuk maslahat
Mata kiri yang terbuka munculkan tabiat
Dan demi masa yang tertuang dalam baris frasa
Ini fak'ta alur pena Aku fraktal
Frontal, kami pilih alur macam aku
Lewati jalur tebaran paku yang mana aku
Menolak diam terpaku dalam putaran waktu
Aku adalah aku di setiap garis waktu