Lyrics: Wildan Fajar Khoerul Anam
Music: Wildan Fajar Khoerul Anam
Angin padamkan waktu
Sesak pada napas
Lambung gejolak tungku lapar dan beringas
Terbentang telanjang terlarang terbuang
Kesengsaraan tak bersambung kesedihan ku ulangi
Serupa nabi yang meratapi mayatnya sendiri
Kubur semua rahasia di kepala
Aku satu, aku dua, aku tiga meminta tuk bersuar
Ribuan suara mencoba untuk keluar
Seratus nastenka pada tiga puluh tiga adegan
Aku dan teman berharap pada tiang gantung dan bibir kematian
Raga mematung tergantung di bawah hujan
Belatung belati di dalam kantung darah tak kunjung bersambung
Hingga detik mengembun
Tubuh dan jiwa yang pucat terus melantur
Hingga detik mengembun
Tubuh dan jiwa yang pucat terus melantur
Alfabet berayun pada tempo melayang dalam limbo
Aku adalah ego otak mikro ngaco
Sayatkan mukadimah pada leher polisi
Taruh yin dan yang pada jukstaposisi
Mitos yang kubuat jadi sebuah imaji
Acak-acak inori berkaca di hadap bercak merah api
Sorak-sorai menggapai kesadaran redup terang terurai
Kehilangan wujudnya suatu saat aku kan pulang menemani Rimbaud semusim di neraka
Hingga detik mengembun
Tubuh dan jiwa yang pucat terus melantur
Hingga detik mengembun
Tubuh dan jiwa yang pucat terus melantur
Hingga detik mengembun