Lyrics: Wildan Fajar Khoerul Anam
Music: Wildan Fajar Khoerul Anam/Laudza Dermaga Nareswara
Aku berbisik berisik, tak lebih dari sedetik estetika tercekik
sedari kecil memekik, memilih berteman mistik, maknai hidayah sebagai komik bertema syirik
menempel di larik toksik, kucuri ragam diksi mati atau maut
rebut tiap mainan ku mainkan, ku artikan bersenang-senang
bola ditendang pecah kaca jendela, saat diri dicerca maka kupukul mereka
jelajahi sekolah berulang ku berulah selalu ingat pepatah
kencing di tiang bendera, sebab guru kencing berdiri murid kencing berlari
Hidup adalah tentang belajar, bekal nekat panjat pagar temui pablo escobar
βrajin pangkal pandai, hemat pangkal kayaβ
tertera di puntung kretek yang berserak samping asbak
otak dan gejolak ku selipkan di buku
spidol hitam warnai kuku
sisihkan uang saku simsalabim jadi ciu
baku hantam lebam biru
noda tinta di baju, pacu waktu di jalan
berteman ketegangan dikejar polisi sialan
terdesak meludah digampar,
sesak dendam di hati suatu saat kan meledak
bertemu homicide dari bilik warnet
tandai sebagai gairah yang merembet
ku terima estafet rima pelajari alfabet
kunyah semua kata bahkan dari a sampai huruf z
yeah.. anjing
segalanya tak lagi sama
tinggalkan kelas saat yang dipahami proletar dan borjuis
sibak belukar di kepala genggam pena lantas mulai menulis
pasang banyak persona, supaya ibu tak menangis
berteman serikat egois jadi perubahan dinamis
dinamit hubungan yang romantis
lantas diri jauh melintas
lekas lepas batas waras
lekas lepas batas waras
dunia perlahan merayap menyekap
biarkan kemuakan lekat mengendap
lahap tragedi peluk erat sunyi dalam dekap
jadikan diri cerita misteri yang takan pernah terungkap
energi yang kerap kali terserap
maka simpan lelah dalam lelap