Lyrics: Muhammad Bilal/Tuan Tigabelas Music: Muhammad Bilal Bilal Keringat bercucuran Kulit terbakar hangus Diatas tanah tandus, hanya kertas dan kardus Bumi teriak keras, sering kali di peras Engkau korban keserakahan demi dapatkan emas
Proyek pun bermunculan, hutan pun di gundulkan Tuk kemajuan si jenius berperan bak tuhan Sungai sungai menghitam, selimuti bangkai ikan Warna hijau sudah asing bila kau perhatikan
Tetangga ingin makan Tiada yang bisa di hidangkan Namun di pesta banyak makanan yang disisakan Ingin rumah idaman, bank selalu sediakan Tiada bunga yang berkembang selain bunga pinjaman
Hasilnya, kau hancur karena ketamakanmu Akhirnya, Alam pun murka meski pun sudah Takdirnya, dimana anak cucu kita hidup Nantinya, bila tiada yang tersisa lagi tuk dirinya
Chorus Mungkinkah ada kehidupan yang tersisa Gelap gulita, di angkasa Jeritan tangis bumi yang sedang tersiksa Kudengar suara Di udara
Tuantigabelas Kudengar suara di udara, bumi menangis karena dia telah di jarah Sekarang sekarat dan dia mulai berdarah Dan kita bertanya kenapa ada bencana kita harusnya berkaca
uang buat otak kita semakin sakit hutan dibantai diganti dengan kelapa sawit binatang pun lari karena hutannya makin sempit si kaya tertawa dan penduduk lokal menjerit
Ah, apakah hatimu sungguh mudah dibeli Kau rusak bumi kau lakukan deforestasi Apa yang kan kau bilang pada anakmu nanti Hutan habis karena kau jual ke korporasi
Bagaimana kita tidur di malam hari Sementara yang lain tergusur hingga dia mati Suatu saat nanti tak akan ada petani Karena lahannya habis diganti dengan gedung tinggi
Chorus Mungkinkah ada kehidupan yang tersisa Gelap gulita, di angkasa Jeritan tangis bumi yang sedang tersiksa Kudengar suara Di udara
Bridge Siklus berulang, limbah kau buang Oksigen berkurang, Ozon berlubang, Gedung yang menjulang, tak sisakan ruang Sejauh mata memandang Asap hitam berkepulan,
Chorus 2x Mungkinkah ada kehidupan yang tersisa Gelap gulita, di angkasa Jeritan tangis bumi yang sedang tersiksa Kudengar suara Di udara