Lyrics: Stephanus Damero/Andrew Retanubun/Dio Aditya/Osbert Reynard Music: Stephanus Damero/Andrew Retanubun/Dio Aditya/Osbert Reynard Angkat dagu saat aku lepas doa Ku hanya hambamu yang tergoda Dalam dosa, ku ternoda Oleh nikmat dunia yang fana
mata bor sudah mulai tumpul hati kotor setan pun merangkul cahaya luntur jatuh dalam lumpur kebaikan hancur dosa berseluncur nikmat duniawi lupa akan hari mati jimat kesenangan tak kenal kata empati kekal pikiran tak bisa di nasehati tangan pun ringan,aku sudah buta hati aku tersasar di hutan gelap aku menjadi kasar dan kalap dalam tengah malam aku melamun sudah cukup kelam dosa terbangun tuhan aku berdoa aku manusia yang bernoda tuntun aku ke cahaya jauhi aku dari bahaya
Angkat dagu saat aku lepas doa Ku hanya hambamu yang tergoda Dalam dosa, ku ternoda Oleh nikmat dunia yang fana
Menolak untuk hadir tapi selalu meminta Lupa diri lalu abaikan perintah Serakah kian menghisap bagai lintah Air yang jernih pun mulai menghitam bagai tinta Menodai yang putih Kemana kupergi itu selalu mengikuti Perasaan angkug kini mulai melingkupi Jadi bukti seolah tiada satu pun yang ku takuti Sadar aku hidup hanya dalam daging Jadikan alasan untukku berpaling Nasihat amanat balas dengan taring Tak ada lagi tempat untuk bersanding Ku cenderung menghindar hanya karena tak pahami Semua perkara yang telah aku kualami Masih adakah pintu maaf untuk kami Adakah tempat tuk kembali?
Kemana ku melangkah Mendekat ke neraka Doa paling lantang saat ku dalam jurang Bagaikan Domba Yang lupa akan gembala Sa selalu dengarkan Iblis dalam kepala Abaikan Tuhan di hati Memang Dosa sangat nikmat Buat ku tak ingat Beda neraka dan surga
Angkat dagu saat aku lepas doa Ku hanya hambamu yang tergoda Dalam dosa, ku ternoda Oleh nikmat dunia yang fana