Lyrics: Muhammad Zainul Fuad
Music: Muhammad Zainul Fuad
(Menari bersama imajinasi belaka
Hadapi perlahan sengketa masa ke masa)
Waktu ke waktu aku lembut melaju
Memaksa Maju tanpa tahu puncak mana yang ku tuju
Penuh batu kelok tikungan, hasrat hanya didukung angan tak tentu
Berbekal mimpi lama kurawat bersangkar dalam benak
Ambisi redup pada jalan gelap acap tersesat
Langkah merangkak harap dapat berlari namun bangsatku tetap merangkak
Perlahan?(no!) terlalu lamban
Kakiku terlalu kaku membuntuti impian
Berharap salah satu tercapai
Belum satu tergapai beban baru datang merantai
Berat
Hidup ini berat
Hiruk pikuk banting tulang jadi tinju telak
Begitu kerap
Diriku kenyang
Melahap habis lauk hati
Yang dunia hidangkan
Untukku
Tuntutan bertumpuk
Pada dua bahu yang sudah lampau pegal memikul
Tanggung jawab dan tantrum batin t'lah paksa
Menentang takdir subur dalam kasta sudra
Menyelami keharuman mimpi yang bergemintang
Oh tetapi ragaku merintih mati rasa
Langkah nan terjal tak bertepi
Khitah menjelma elegi
Nyali menciut tatkala nasib membentak
Tatkala nasi dirindu perut yang lapar
Pintu ke pintu pikul ijazah terlantar
Yang kujumpa hanya kata-kata yang sama
(Untaian; usaha, doa, Upaya,
Yang hanya brupahkan peluh dan dahaga)
Bahkan tak heran ku sangka aku hanya kelapa
Kar'na serabutan dengan gelar sarjana
(Ku kira CV-ku peluru
Karena Ku kerap ditolak melulu
4 tahun menggulati buku)
Gelar tak lebih secawan teh warung
juga punya es.satu
Punya S-1
Juga S-1
Maafkan aku ibu
Menyelami keharuman mimpi yang bergemintang
Tetapi ragaku merintih mati rasa
Langkah nan terjal tak bertepi
Khitah menjelma elegi
Menari bersama imajinasi belaka,
Kendati menelan sengketa masa ke masa,
Menari bersama intelejensi nan maya,
Bergulat melawan macam ragam keadaan.
Menyelami keharuman mimpi yang bergemintang
Tetapi ragaku merintih mati rasa
Langkah nan terjal tak bertepi
Khitah menjelma elegi
Menari bersama imajinasi belaka,
Kendati menelan sengketa masa ke masa,
Menari bersama intelejensi nan maya,
Bergulat melawan macam ragam keadaan.