Lyrics: Imron Asharully/Kurnia Adi Pradana Music: Imron Asharully Tak terasa Telah tiba masa Dimana kita suarakan dua senapan Duo tampan Mereka lari tunggang-langgang Kita takkan bisa dikekang tak pernah bungkam
Terus tikam Ucap rekam Para sultan main saham Kita mutan semua paham Namun aku tak ikut haus Di saat mereka terus rakus tuk kejar bonus
Bacotmu terlalu tinggi ‘cam pohon pinus Rimaku bagus Walau tak pernah blajar pada alumnus Biarkan hangus tak butuh bonus Cukup cetak gol dan mereka kan menoleh Dan mungkin berharap dapatkan oleh-oleh Benar aku memang bukanlah anak sholeh Silahkan kau sebut aku apa saja pun boleh
Kencangkan resleting Lanjut akting Banting takdir Mempersunting instrumental Meski krisis financial komersial Ini sial, ku tak hafal yang kau rapal Tiap verse kubakar hingga rampung, tampung Kepung barisan belatung yang tergantung
Lunasi tiap sesi beda versi kontroversi Ku aborsi amputasi tiap seni low esensi Kubergegas genjot rima Kutikam mereka dengan kertas pena Kupertegas ini semua tanpa titik atau tanda koma Lebih panas dari Hotman, lebih dahsyat dari angin topan Jadi topik dalam koran, guncangkan dunia hanya dalam kosan
Ku terbang bebas Kuacuhkan polantas Hingga lidahku kebas Ciptakan teks di kanvas Hantam bedebah yang anggap diriku sampah Ku tak gunakan Trampolin, Vetsin atau pun Formalin
Aku masih beraksi di luar formasi Tanpa perlu kongsi atau Linggarjati Karang sajak diatas kloset Ambil paket dalam jaket Belum kenyang kejar target Satu lusin dalam kaset
Siapa bilang ku tlah usai Satu album baru mulai Soal lirik aku pandai Wajar saja kau terbuai Lepas kopling tanpa rem Akurasi dalam rhyme Kau terdiam overgame Ini bonus one last time Ini bonus one last time Ini bonus one last time Ini bonus one last time