Lyrics: Imron Asharully/Kurnia Adi Pradana
Music: Imron Asharully
…
Tak terasa
Telah tiba masa
Dimana kita suarakan dua senapan
Duo tampan
Mereka lari tunggang-langgang
Kita takkan bisa dikekang tak pernah bungkam
Terus tikam
Ucap rekam
Para sultan main saham
Kita mutan semua paham
Namun aku tak ikut haus
Di saat mereka terus rakus tuk kejar bonus
Bacotmu terlalu tinggi ‘cam pohon pinus
Rimaku bagus
Walau tak pernah blajar pada alumnus
Biarkan hangus tak butuh bonus
Cukup cetak gol dan mereka kan menoleh
Dan mungkin berharap dapatkan oleh-oleh
Benar aku memang bukanlah anak sholeh
Silahkan kau sebut aku apa saja pun boleh
Kencangkan resleting
Lanjut akting
Banting takdir
Mempersunting instrumental
Meski krisis financial komersial
Ini sial, ku tak hafal yang kau rapal
Tiap verse kubakar hingga rampung, tampung
Kepung barisan belatung yang tergantung
Lunasi tiap sesi beda versi kontroversi
Ku aborsi amputasi tiap seni low esensi
Kubergegas genjot rima
Kutikam mereka dengan kertas pena
Kupertegas ini semua tanpa titik atau tanda koma
Lebih panas dari Hotman, lebih dahsyat dari angin topan
Jadi topik dalam koran, guncangkan dunia hanya dalam kosan
Ku terbang bebas
Kuacuhkan polantas
Hingga lidahku kebas
Ciptakan teks di kanvas
Hantam bedebah yang anggap diriku sampah
Ku tak gunakan Trampolin, Vetsin atau pun Formalin
Aku masih beraksi di luar formasi
Tanpa perlu kongsi atau Linggarjati
Karang sajak diatas kloset
Ambil paket dalam jaket
Belum kenyang kejar target
Satu lusin dalam kaset
Siapa bilang ku tlah usai
Satu album baru mulai
Soal lirik aku pandai
Wajar saja kau terbuai
Lepas kopling tanpa rem
Akurasi dalam rhyme
Kau terdiam overgame
Ini bonus one last time
Ini bonus one last time
Ini bonus one last time
Ini bonus one last time