Lyrics: Muhammad Junisykha/Gibran Prio
Music: Nerdy Boyz
Meski harus mati..
Agh Berkalang tanah
jatuh berjilid Kisah terulang
thread wheel bagai hamster di dalam kandang
Padatkan mindset
Suhu nol derajat celsius
Mo Jadi suhu, selesai dalam dua set
Sabar, bukan kopi saset
Tuk dompet yang tebal, ada sebuah proses mahal
Berkeringat..
Mengucur dibakar sinar matahari
Kasih keras tekad dalam hati
Doa itu pelumas, banyak wang (bos atau bak) rafi
Mental Singa
Kau jadi-jadi mufasa yang mengejar mangsa
Kasat mata saat sedang kerja
Hasilnya mengaum keras, hasabenya
Bila kau harus, melawan arus
sampai terhapus Didalam kamus
Bila maksud mu, kau masih mampu
Kau hanya debu, Lupakan itu
Satu langkah ke blakang
Dua langkah ke depan
Tak kurangkan harapan
Cawanmu terisi perlahan
Bila sudah maksimal
Tapi tetap gagal, dibuli bak striker mandul yang sulit cetak gol,
dewi fortuna hindarimu macam pinjol
angkat gelas ah KONT..
Minim priviledge, hidup macam burung dalam cage
Merangkak berdiri dan jatuh saat berlari
Ingin bangkit lebih cepat dari lalu zohri
Sial realita tak bri izin tuk lalui
Dibuli dalam game yang tak adil,
Kau kalah mental, meski otak cakap mustahil
Pasang earphone di telinga, putar lagunya hindia
ambil tisu secukupnya
Dipaksa harus puas oleh situasi
Sperti timnas kau pun berharap, angkat trophy
Kau tau itu tak mungkin, kau sedang genggam abidin,
bukan teko aladin
Bila kau harus, melawan arus
sampai terhapus Didalam kamus
Bila maksud mu, kau masih mampu
Kau hanya debu, Lupakan itu